BRMP Agroklimat Perkuat Kompetensi SDM melalui Edukasi Alat Ukur Iklim bersama BMKG
Bogor, 14 Januari 2026 — Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian menggelar kegiatan peningkatan kapasitas SDM bertajuk "Pengenalan dan Pengamatan Alat Ukur Iklim " pada Rabu (14/01/2026). Acara yang berlangsung di Ruang Katam BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian dan Stasiun Iklim Cimanggu ini menghadirkan BMKG khususnya Stasiun Klimatologi Jawa Barat sebagai narasumber.
Dalam arahannya saat membuka acara, Kepala BRMP Agroklimat, Dr. Rima Purnamayani, M.Si., menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis pegawai dalam mengolah dan menggunakan data iklim untuk kepentingan pertanian. BRMP Agroklimat terus berkomitmen melakukan analisis iklim yang akurat agar dapat digunakan oleh para pengguna di sektor pertanian. Salah satu kunci keberhasilannya adalah melalui kerja sama dengan BMKG, terutama dalam pemanfaatan data curah hujan dan suhu untuk menentukan waktu tanam yang tepat. Ke depannya, diharapkan agar BRMP Agroklimat dan BMKG agar dapat terus berbagi informasi dan berkolaborasi dalam menyampaikan berbagai program yang akan dilaksanakan. Seluruh peserta dapat juga diharapkan mendapatkan ilmu dan mengimplementasikannya.
Edukasi dan Observasi Lapangan
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis oleh Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat beserta tim teknis mengenai sistem pengamatan cuaca dan iklim, produk informasi cuaca dan iklim, serta layanan iklim yang mendukung sektor pertanian. Selanjutnya disampaikan penjelasan berbagai instrumen pengamatan cuaca dan iklim, meliputi peralatan konvensional dan otomatis seperti ARG dan AWS, Campbell Stokes, dll termasuk fungsi serta waktu pengamatannya. Materi juga mencakup pencatatan dan pelaporan data pengamatan serta pengenalan inovasi Sekolah Lapang Iklim sebagai upaya peningkatan pemanfaatan informasi iklim bagi sektor pertanian, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Untuk memperkuat pemahaman teori, peserta kemudian melakukan observasi langsung ke Stasiun Iklim Cimanggu. Para peserta dipandu oleh teknisi BMKG untuk melihat mekanisme kerja berbagai peralatan meteorologi pertanian secara nyata.
Dengan kegiatan ini diharapkan kapasitas dan kompetensi SDM Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat semakin meningkat, khususnya dalam pemahaman dan penggunaan alat ukur iklim secara tepat dan akurat, sehingga dapat mendukung ketersediaan data agroklimat yang andal sebagai dasar perencanaan, pengujian, dan perakitan teknologi pertanian berbasis iklim.